Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

ILMU MAKRIFAT.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Bagaimanapun juga, mempelajari ilmu makrifat, adalah amat penting. Dan oleh sementara ulama tasawuf menghukumkan ”fardlu 'ain” untuk setiap mukallaf mempelajari/menuntutnya secara ”ijmali” (global/pokok) dan ”fardlu kifayah” mempelajarinya ”secara tafshili” (terperinci). Syekh Amin Al-Kurdi menegaskan:

Ketahuilah, bahwa pengenalan diri adalah suatu urusan yang penting untuk setiap pribadi. Karena sesungguhnya siapa yang mengenal dirinya, niscaya ia dapat mengenal Tuhannya. Yaitu mengenal dirinya yang hina, lemah, serta fana. Dengan itu dia dapat mengenal Tuhannya yang bersifat Mulia, Kuasa, dan kekal abadi. Siapa yang jahil terhadap dirinya berarti ia jahil pula terhadap Tuhannya”. (Tanw. Qulub: 464).

Pada uraian berikut akan dijelaskan hal-hal yang berhubungan dengan itu. Orang yang dapat mengenali dirinya sepanjang ajaran yang hak dan benar akan besar pengaruhnya untuk pembinaan diri pribadi serta dapat menghiasi dirinya dengan sifat-sifat yang terpuji, sekaligus pula akan mampu menghindarkan sifat-sifat yang tercela (madzmumah).

Semoga Allah memberikan sinar terang_Nya pada kita semua, agar bisa mencapai maqam RABBANIYYIN seperti apa yang difirmankan oleh Allah Swt. :

كُوْنُوا رَبَّـانِيِّيْنَ بِمَـا تُعَلِّمُوْنَ الْكِتَـابَ وعِاكُنْتُمْ تَدْ رُسُوْنَ (ال عمرنَ: ٧٩)

”Jadilah kamu orang Rabbani/Ahlullah, dengan mengajarkan Kitab dan mem-pelajarinya” ( S. Ali 'Imran : 79).

مَنْ عَرَفَ اللّٰهَ بِهِ فَهُوَ عَرٌِ عَلَى الْحَقِيْقَةٍ وَمَنْ عَرَفَهُ بِدَّلِيْلِ فَهُوَ مُتَكَلِمٌ وَمَنْ عَرَفَهُ بِالتَّقْلِيْدِ وَه‍ُوَعَامِىٌ.

”Orang yang makrifat kepada Allah dengan Dia, maka itulah dia 'Arif hakiki. Orang yang makrifat kepada_Nya dengan dalil, dia adalah orang ahli kalam. Dan orang yang makrifat kepada_Nya dengan taklid/ikut saja, itulah orang awam (umum). (Aiqazhul Himam).

قِيْلَ لِذِى النُّوْنَ المِصْرِىْ بِمَ عَرَفْتَ رَبَّكَ؟ قَالَ عَرَفْتُ رَبِّى وَلَوْ لاَرَبِّى لَمَا عَرَفْتُ رَبِّى.

”Syekh Dzin Nun Al Mishry ditanya orang: ”Dengan apa anda mengenal Tuhanmu?, beliau menjawab: ”Saya mengenal Tuhanku dengan Tuhanku jua, Tanpa Dia, tidak mungkin saya dapat mengenal Tuhanku ”. (Risalatul Qusyairryah).

🙏

”Menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim”. (HR. Ibn. Majah, Thabrani, Baihaqi).